Februari 22, 2011

Diskusi Ahmadiyah Dengan Saudaraku!!

Malam itu, saya sudah bersiap-siap untuk istirahat, selain badan capek, haripun telah menunjukkan pukul 00.30 WIB. Seperti biasa menjelang tidur, saya terbiasa membaca sambil tiduran, kadang-kadang baca buku, majalah, koran dan apa saja menarik bagi saya. Malam ini, saya membaca beberapa status Facebook teman saya melalui Blackberry. Siapa tahu, saya mendapatkan informasi atau inspirasi dari tema-teman di Facebook. Salah satu status menarik perhatian saya. Teman ini adalah saudara saya sendiri. Kami dibesarkan dari keluarga yang kuat tradisi Islam. Kami diajari Islam oleh kedua orang tua kami, yang kebetulan di kampung kami menyandang status Buya (kiyai). Inilah status saudara saya itu yang menarik perhatian saya:
Ada yg di pandang aneh, kenapa pemerintah enggan membubarkan ahmadiyah ?? pada hal seluruh ormas Islam dan MUI melalui kajian sdh memutuskan ahmadiyah sesat dan menyimpang dari kaidah dasar ajaran Islam. dan scara hukum di nilai sbg penodaan agama Islam. lantas apa lg argumennya tuk tdk membubarkan ?? "keputusan pemerintahmelarang ahmadiyah tapi tdk membubarkan ahmadiyah, bknkah ini kebijakan yg rancu dan idiot ??
Sembari bercanda saya beri komentar pada status ini:
Mestinya FPI dan sejenisnya yg bubar hehehe
Rupanya komentar saya ini mendapat tanggapan yang serius dari saudara saya ini, dan tentu saya juga menjawab dengan serius juga tanggapan dari beliau ini. Tulisan ini merupakan hasil diskusi saya dengan beliau, tanpa di edit kecuali komentar-komentar teman yang lain tidak berhubungan dengan diskusi ini.Saudara saya (SS) memberi jawaban:
SS: jika di lihat dari hukum causal sebab- akibat, maka yg anarkis tentu wajib di tindak sesuai hukum. Maka boleh di katakan fihak penyerang dpt poin hukum 1. Namun jika di lihat dari sisi hukum causal sebab maka ahmadiyah mdpt poin hukuman 2 artinya hukuman 2 kali lipat, krn sumber penyebab munculnya anarkis adalah ahmadiyah. Jika di lihat dari yg menyebabkan dan yg mengakibatkan, maka pemerintah mendapat poin hukuman 3 artinya pemerintah di hukum 3 kali lipat, krn pemerintah termasuk sang penyebab dan sang penimbul akibat anarkis itu dari kebijakannya yg tak jelas dan tegas. Di mana kebijakan pemerintah dlm hal ini melarang ahmadiyah, tapi tdk membubarkan ahmadiyah, ini kebijakan yg idot. Ini lah porsi konsep kebenaran jika kita mau bicara atas dasar keadilan dlm kasus ini. Jadi porsinya : akibat ditimbulkan oleh penyerang, sedang sebab ditimbulkan oleh ahmadiyah, sedang sebab dan akibat ditimbulkan oleh pemerintah. Jadi kesimpulannya : tidak ada akibat jika tidak ada sebab, justru itu penimbul sebab lebih berat dari penimbul akibat. Dan yang lebih berat lg, penyebab timbulnya sebab dan akibat, dlm hal ini tentu pemerintah selaku pemegang perintah dan kebijakan serta pelaksana pimpinan negara ini.
Kemudian saya tanggapi:
Mahmuddin Moedpro: Trus MUI dpt poin brp?
SS: klu itu tanyakan pada presiden SBY, dia lebih tahu...haha..
Mahmuddin Moedpro: Lha kan sampeyan yg bikin angka2. Udahlah berIslam itu laksanakan aja dg baik, klo ada yg melenceng bukan hak kita menghukum. Itu hak Allah yg menentukan mereka masuk sorga atau neraka. Jd jgn sombong membuat justifikasi salah benar seolah2 MUI dll itu mendapat mandat dr Allah. Kutu kupret...apa benar mrk itu ULAMA? Sila baca ciri2 ulama...
SS: begini saja, jika msh punya hati thd bangsa ini, penyelesaiannya: yg anarkis tindak sesuai hukum, yg ahmadiyah bubarkan dg keputusan pemerintah yg jelas (Keprres) atau ahmadiyah tukar agama jd agama ahmadiyah tampa mengatas namakan Islam, demi yg nota bene Ham dan kebebasan ahmadiyah yg di agung2kan oleh kaum pluralis dan Ham. pasti tak ada masalah lagi kan?? jika msh mau berpikir cerdas dan akomodatif....
Mahmuddin Moedpro: Knp mesti bubar? Knp ngak MUI aja yg bubar? Apa dasarnya mrk mengaku2 ulama? Ulama itu mandat dr Allah lho? Apa org2 di MUI itu layak dipercaya fatwanya? Mana ada dalam berdakwah ulama cari duit bos? Mau tau isi bisnis ulama? Banyak2 buka mata dan telinga bro. Klo yg keluarin fatwa ahmadiyah itu sesat sekelas Umar atau Abu bakar, maka ane yg pertama tunduk dan patuh...
SS: tidak ada diantara kita yg diberi hak/berhak menyatakan kafir, sesat seseorang kecuali hanya Allah. Allah dan rasulnya telah meninggalkan 2 pedoman untuk mengukur itu yaitu Al-Qur'an dan Al-hadist. maka telaah dan analisa lah dan ukur dan putuskanlah suatu perkara dg pakai 2 buku pintar abadi yg tiada tandingannya itu, yaitu Al-Qur'an dan hadist. insya Allah penilaian kita dlm kebenaran. terlepas dari MUI, Ormas dan siapa pun justru kt tdk berpedoman kepadanya melainkan hy Al-Qur'an dan Al-hadist. klu berbeda masalah mua"malah dan khilafiyah selama tdkk keluar dr rel syar"i itu boleh2 saja dlm Al-islam, tapi jika berbeda masalah konsep dasar atau landasan dasar dan kaidah ajaran Islam, maka itu tdk dapat di tolerir, krn itu lah dasar pembeda antara kafir dan muslim dlm yg di ajarkan dlm Al-Qur"an dan Al-hadist. namun jika masih di pandang salah juga ?? maka periksalah diri dan bawa segera ke bengkel Iman dan aqidah untuk di revarasi
Mahmuddin Moedpro: Itu dah betul cara berpikirnya. Jika mereka menyimpang dr al-qur'an dan sunnah, bukan kah cukup jelas dikatakan Al-qur'an "lakumdinukum waliaidin"?? Bkn diperangi atau dibubarkan bro... Kecuali mrk memerangi kita. Apa Ahmadiyah memerangi Islam? Atau jgn2 yg ingin membubarkan dan membunuh org Ahmadiyah yg perlu ente ksh tau agar datang ke bengkel Iman!!
SS: bkn beitu, maksudnya : lakum dinukum wali"adhin=bagi mu agama mu, bagi ku agama ku, benar 100%. jika ahmadiyah merupakan suatu agama tersendiri, dia mau sesat atau tdk, mau jungkir balik atau tdk itu keyakinan dia, tentu kita hormati antar umat beragama. masalahnya skrg adalah : ahmadiyah menyatakan diri beragama Islam tapi kaidah dasar Islamnya tdk sesuai dg kaidah dasar Islam dlm Al-Quran dan Al-hadist. berarti kan sesat, jika ahmadiyah bertahan dg kesetannya ya silahkan....wong siapa yg ngelarang?? tapi jgn memakai hak paten Islam dunk, sementara kaidah ajarannya tdk sesuai dg kaidah dasar ajaran Islam. ini titik persoalan utamanya pak. ambil suatu contoh ringan dan duniawi saja dlm kehidupan, misal jika seseorang memiliki suatu perusahaan produksi, katakanlah perusahaan A, tentu perusahaan itu memiliki hak paten dan aturan dasar dan pedoman2 dasar suatu produk perusahaan itu. nah skrg jika andainya ada seorang mitranya yg memproduksi suatu produk dg mengatas namakan perusahaan A td, sedang konsep dasar dan pedoman dasar produknya tdk sesuai dg aslinya yg di lahirkan perusahaan A, tentulah org itu akan di tegur atau bahkan di tuntut, di cabut izinnya dan dibubarkan kemitraanya dg perusahaan A td. ini baru contoh kecil aja, dan bagaimana perasaan antum jika seandainya pemilik perusahaan A itu antum sendiri dan diselewengkan oleh mitra antum ?? yg memproduksi suatu barang mengatas namakan perusahaan antum sementara pedoman dasar dan standarisasinya tdk sesuai dg kaidah yg telah antum tetapkan?? pikir sendiri....
Mahmuddin Moedpro: Bung!! Rasul itu diutus utk memperbaiki akhlak manusia, dulu nama ajaranya adlh ajaran Muhammad SAW. Bahkan Allah pun memanggil ummatnya dg "ya haiyuannafsu mutmainnah" atau kita ingin menjadi "khusnul khatimah". Trus knp mesti ribut soal nama?? Bkn kah Allah melarang kita menghancur rmh ibadah walau dlm perang sekalipun. Nah yg ente maksud islam itu orgnya membakar dan menghancurkan tmpt ibadah org ahmadiyah? Itu apa hukumnya tuh krn melanggar perintah al-qur'an. Sama saja dunk dg ahmadiyah yg melanggar perintah alquran ttg rasulullah. Jd coba lbh jernih meletakkan suatu masalah..mari menjadi rahmatan lil alamin sesuai perintah Allah.
SS: kita tdk membela dan membenarkan yg menyerang, yg menyerang tetap salah, dan harus di tindak secara hukum, krn Islam jg tdk mengajarkan demikan, namun yg ahmadiyah selama masih mengaku Islam hrs ikut aturan kaidah Islam, jika tdk hrs di bubarkan, jika tdk juga hrs bentuk agama sendiri, bknkah sdh akomodatif bro ?? bknkan sdh HAM ?? bkn sdh menjunjung tinggi azas pluralis?? jika tdk juga trs hrs di biar kan ?? klu jawaban yg di inginkan hrs di biarkan ?? knp PKI gak di biarkan aja ?? knp PKI di bubarkan ?? knp organisasi mafia narkoba gak di biarkan aja?? bknkah itu juga Ham mereka merusak diri mereka?? knp darul arqam di bubarkan ?? biarkan aja semua dunk, apakah ini negera sesat?? dg membiarkan kesesatan ?? dan menyesatkan ?? edan dah klu gitu dech....
Mahmuddin Moedpro: Tidak konsisten cara berpikirmu bro. Ente minta Ahmadiyah bubar krn melanggar kaidah alqur'an. Tp yg membakar rmh ibadah dan membunuh secara keji, tdk ente minta bubar? Padahal sangat jelas mrk telah melanggar kaidah alqur'an. Iki piye to mas...
SS: nah...klu rahmatan lil'alamin, maka jawabanya kan ahmadiyah hrs di luruskan dan di sehatkan atas sakit sesatnya,alias di bina, bgtukah ?? tentu jelas idealnya bgtu, krn ini tugas dakwah tuk membawa kembali kpd kebenaran. trs metodanya bgmn?? kita ambil contoh : jika ingin membersihkan sungai yg sdh terlanjur kotor dan tercemar, maka metodaloginya, orang yg membuang sampah di hulu sungai hrs di tangkap dulu (dlm kasus ahmadiyah tangkap=bubarkan) lalu diberi nasehat tentang arti penting sungai dan kebersihan, barulah ilir sungai yg sdh kotor dapat kita bersihkan dg efektif. jika tdk demikian akan sia2, apa artinya ilir sungai tungang tunggik kita bersihkan sementara hulunya gak kita jaga dan cegah dari orang2 yg mengotorinya, sampai kiamat pun percayalah sungai itu tdk akan pernah bersih. cegah dan jaga dulu pangkal/hulu sungai itu dari org2 yg mengotorinya dg tegas, sehinga sungai dan ilirnya yg sdh terlanjur kotor dapat kita bersihkan dg mudah, efektif dan efisien.
Mahmuddin Moedpro: Kalo begitu, yg membakar tmpt ibadah dan membunuh secara keji dibersihkan juga dr hulu ke hilir, trus baru ente bina. Jk mrk tak mau maka suruh bikin agama sendir jg diluar islam, jgn membakar tmpt ibadah dan membunuh pake teriak Allahu akbar...cocok kan? Krn mrk tdk percaya dg isi alqur'an, jk tdk percaya dg isi alqur'an artinya tdk percaya dg Kitab Allah, nah gimana tuh rukun iman? Apa utk mrk diberi diskon boleh tdk percaya dg alqur'an krn pake sorban dan teriak Allahu akbar?
SS: hahaha....yg membakar dan menyerang dan yg membunuh mengalami kesesatan dalam bertindak, bukan ormasnya yg sesat. maka hukumanya hukum pidana bagi person yg bertindak sadis tsb, tdk perlu bubar ormasnya, sedang ahmadiyah ajaran dan kaidah dan ajaran prinsip2 dasar ahmadiyah nya yg sesat, maka ahmadiyahnya yang hrs di bubarkan....
Mahmuddin Moedpro: Waduh makin tdk konsisten ente ni, kok mrk pake hukum pidana biasa? Knp tdk ente ukur dg aqidah? Buah aqidah itu akhlakul karimah bro... Jelaskan ente bilang Ahmadiyah melanggar al-qurkan, dan yg bersorban itu melanggar alqur'an juga. Kok perlakuannya berbeda? Islam mengajarkan keadilan bro. Bahkan pernah seorg yahudi dimenangkan oleh rasullah dlm memutus perkara dg org Islam. Waduh perlu banyak2 membaca alqur'an dan hadist lg tu...jgn pernah menyebut2 hukum Tuhan, sementara dirimu Jauh dr hukum Itu.....
SS: konsep dasar akidah itu paling mendasar adalah kalimat syahadat, sejauh mana pun seorang muslim penuh dg kemurkaan dan dosa dan keji pada dirinya selama kaidah dasar akidahnya Allah dan Muhammad SAW masih di kata seorang muslim, perangainya yg sesat. tapi masalah ahmadiyah kaidah dasar aqidahnya yg sesat bro, bernabi selain nabi Muhammad SAW itu adalah kafir dan tdk bisa di lebelkan sbg muslim. jd yg jadi masalah di ahmadiyah itu dasar aqidahnya bro, bukan masalah muamalah dan sosial budaya personalnya... pahami dg baik di mana kesesatannya, dan di mana toloukur kita dapat mengatakan seseorang setat?? selama aqidahnya benar, penuh dg dosa pun seseorang itu dg penuh niista dan hitam, dia hanya di katakan durhaka dan jurjanah, namun aqidahnya tetap muslim selama aqidahnya sesuai dg kaidah Islam. aqidah dasar itu dlm Islam peng-ikraran Allah sebagai tuhan dan Muhammad sebagai Rasulullah, barulah seseorang itu dapat dikatakan muslim. nah dengan ahmadiyah yg sesat dan menyesatkan ?? apakah anda masih mengatakan muslim ?? yg nabinya bukan nabi muhammad ?? tidak perlu kita perdebatkan lagi soal kesetan ahmadiyah, pakar hukum islam yg kopentensi ilmu jauh dari kita sdg melakukan pengakajian sejauh sebelumnya, bukan memtuskan seperti membalikan telapak tangan, di kaji pagi hari dan di putuskan sore hari. bkn bro. masalah kesesatan dan ke kafiran ahmadiyah ini bukan hanya MUI,, Ormas, dan bla2 yg mengakaji kesesatanya, bahkan hampir di seluruh dunia para ulama menyatakan sesat, jadi ente yg perlu perbanyak perbendaharaan informasi dunk, lihat di mesir, saudi arabiyah, iran, libya, sudan dll, jauh hari sebelumnya sudah menfatwa ahmadiyah sesat dan agama kafir, mrk itu meutuskan pakai ilmu syar"i bro dan mrka pakarr agama, bkn sprti ilmu kita di wall fb ini....jadi kesimpulnya, seorang muslim yg aqidahnya benar sesuai dg kaidah al-qur"an walau bandit, keji, nista, durjanah dll msh di katakan seorang muslim, hanya saja muslim yg berdosa. tapi seorang yg akidahnya dah tak benar dan sesuai dg kaidah Islam seperti ahmadiyah yg nabinya si qulam itu adalah lebelnya kafir.....paham bro....kafir dan muslim itu berbeda....
Mahmuddin Moedpro: Aku diajari aqidah itu sama dg Iman. Yg terdiri dr 1. Percaya kpd Allah, 2. Percaya kpd Malaikat, 3. Percaya Kpd Rasul, 4. Percaya kpd kitab Allah, 5. Percaya pada hari akhir 6. Percaya pd qhada dan takdir. Nah Ahmadiyah menyimpang menurut ente krn tdk percaya pd Muhammad Rasul terkahir. Nah yg menyerang Ahmadiyah tdk percaya dg Alqur'an, klo mrk percaya dg alqur'an tentu mrk tdk membakar rmh ibadah dan membunuh secara keji. Aku tdk faham dg argumentasi bahwa itu kesesatan tindakan. Bukankah Islam itu tdk bs dipisah2 antara aqidah, syariah, dan muamalah? Semua satu kesatuan dan inheren bro. Jgn dipisah2 semau udel mu utk menilai sesuatu. Islam itu satunya, hati, perkataan dan perbuatan atau istilah arab sono "kaffah".
SS: pahami ini bukan sekedar masalah anarkis2 dan bakar2 mesjid dan membunuh, itu masalah hukum, bukan masalah akidah, tdk ada orang yg membenarkan yg membakar mesjid, membunuh, silahkan hukum, krn memang mrka mesti di hukum, dalam islam juga demikian mrka hrs di hukum, antum aja yg tak paham dari td, tapi mereka2 yg membunuhm membakar itu masih seorang muslim bro, knp apa ?? krn tuhannya Allah dan nabinya Muhammad rasulullah, hanya saja mereka orang muslim yg berdosa. tapi mereka muslim. tidak dg ahmadiyah anda, tuhannya Allah nabi si qulam ahmad, bukan muhammad rasulullah, sebaik apapun dia lebelnya kafir. itu yang perlu ente pahami dg baik, ana tdk membela, tapi ini persoalan dasar menetapkan seseorang sesat dan kafir itu adalah aqidahnya.....oke....nah karena si ahmadiyah ente tadi kafir dann menamakan diri ISLAM, makanya di minta di bubarkan, karena penodaan agama Islam. klu mrka tdk memakai Islam mereka mau hantu belau, mau sesat dan kafir, siapa yg peduli ?? silahkan aja, tapi jangan kau pakai nama agama ku Al-Islam, sekali pun aku seorang durjanah masih lebih baik dari seorang KAFIR.....
SS: itu rukun islam bro, bukan rukun iman.....klu rukun iman itu 1. syahadat bro....
Mahmuddin Moedpro: Waduh, makin subuh makin kacau referensimu bro. Rukun Islam itu Sholat, puasa, zakat, berhaji, aku jd kehilangan perspektif diskusi dg ente bro...
SS: ya...klu ada kesalahan revisi ....ini rukun Islam kan : (1) mengucap kalimat syahadat : aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Allah sbgai tuhan dan muhammad sbg rasulullah, bkn si gulam ahmad. org yg aqidanya Allah tuhannya dan muhammad sbg rasulullah=Islam, orangnya di sebut=muslim. yg menyimpang dari itu sesat=kafir. kesimpulan seorang muslim yg membakar mesjid, membunuh, berjudi dll tetap di sebut muslim, hanya dia muslim yg berdosa dan durhaka, tempat tetap di syurga hanya singgah di neraka dulu menjalani hukuman dosanya. sedang orang yg tdk mengakui muhammad bkn rasulullah bhkan mengatakan si qulam ahmad nabinya sesat=kafir=tempatnya kekal selama2nya di neraka. jadii pahami titik persoalannya, orang kafir memakai lebel islam,, sedang yang anarkis menurut mu, itu orang muslim yg durhaka dan berdosa...paham, apakau mau agama mu di pakai dan di atas nama orang kafir ?? dan fakta2 dan fatwa ini sdh di keluarkan hampir seluruh ulama di dunia Islam bro, bkn hanya di indonesia seperti sentimentil mu pada MUI
SS: jadi masalah kesesatan ahmadiyah tak perlu di perdebatkan lagi. itu sudah final, dan sdh melalu pengkajian pakar yg ahli di bidangnya, dan sdh di fatwakan sesat dan kafir oleh hampir seluruh ulama di negeri islam sedunia, seperti mesir, saudi, libya, iran, sudan, syria dll, tidak usah di perdebatkan lagi dan di bantah, krn itu faktanya.bkn hy di indonesia,, titik masalah ahmadiyah knp hrs di bubarkan alasanya logisnya orang kafir memakai lebel islam. silahkan ahmadiyah mau bebas, yg lakum dinukum lah kata mu, yg mau tunggang tunggik dan jungkir balik dia dg ahmadiyahnya....silahkan 100% tapi jangan kau menyebut islam atau mengatas namakan islam wahai ahmadiyah...ini persoalan logisnya bro yg menyebabkan di minta di bubarkan krn dia tdk mau melepaskan lebel islam, jika andanya dia mau tdk menyebut dirinya islam, tentu tdk ada yg minta di bubarkan si ahmadiyah sesat itu kawan...begitulah logisnya....
Mahmuddin Moedpro: Makin melenceng jauh. Ini tdk ada urusannya dg HAM atau pluralis yg dr td ente sebut2. Atau sentimen dg MUI, FPI dll, jika ente baca dg hati yg jernih ini soal meletakan hukum kafir, sesat atau apalah pd tempatnya. 1. Siapa yg berhak atas penetapan itu? 2. Apa org2 yg mengaku ulama tsb? Yg sy tdk percaya mrk itu penerus nabi, siapa itu Ulama silahkan anda baca lagi hadist nabi ttg ciri2 ulama. Apa mrk yg mengeluarkan fatwa memenuhi kriteria tsb? 3. Jika anda pakai ukuran alqur'an dan hadist menyatakan Ahmadiyah itu sesat atau kafir, kenapa anda atau yg ngaku2 ulama itu tidak menyatakan yg menyerang dan membakar rmh ibadah itu jg kafir atau sesat? Bkn kah mrk telah keluar dr apa yg diajarkan alqur'an? 4. Jika ahmadiyah mesti bubar atau hrs bikin agama baru, maka yg menyerang dan membakar rmh ibadah itu mestinya jg bubar atau bikin agama baru juga. Karena dalam Islam yang kuyakini sepenuh hati, tidak ada ajaran seperti yang mereka lakukan itu. Jadi saya hanya meletakan sesuai porsinya. Islam itu adil. Hanya kpd Allah kita serahkan semuanya..bkn pada org2 yg ngaku ulama itu...
SS: ya...terserah mu lah lagi, bukan hanya indonesia yg mengkafirkan Ahmadiyah, hampir seluruh ulama di negara2 Islam di dunia, klu ulama indonesia jelek dan tdk terpecaya di mata mu, tanya sama ulama mesjidil haram sampai berhaji ahmdiyah di larang ke tanah suci, tanya sm yusf al-qardawi, ulama di mesir, syiria, sudan, libya yg telah menyatakan ahmadiyah KAFIR, klu keras juga berarti ulama itu lah yg kafir, dan dirimu aja jadi ulama satu2nya....
Mahmuddin Moedpro: Sekedar info, tentara USA yg tugas di timur tengah, salah satu tmpt favoritnya klo cuti ke Saudi utk maksiat. Jd tanyalah sama org saudi yg katamu ulama itu
SS: ya USA itu lah tuhan Mu dan kiblat mu.....kok malah lari buat maksiat ke saudi?? saudi ya saudi dunk, ulama ya ulama dunk. apa tentara USA mu itu buat maksiat dg ulama saudi ?? klu gak ada lagi ulama di mata mu di dunia.....ahlan wah sahlan....
Mahmuddin Moedpro: Lha ulama saudi yg ente bangga kan itu tdk bisa menegakkan hukum syar'i terhdp tentara USA. Jelas kan hukumnya yg berzina? Rajam sampai mati, hayoo mana ulama sana yg berani melaksanakan itu? Nah urusan hukum syar'i aja dia tdk bs menegakkan apalagi hukum aqidah. Mudah2an ulama yg ente sebut2 itu masuk sorga, aku berdoa utk mrk. Tp yg jelas urusan kebenaran (surga dan neraka) atau kafir dan tidak itu hanya rahasia Allah. Bahkan fatimah sendiri rasul tdk jamin masuk surga bro. Jd knp sibuk ngurusin sesat atau kafir yg jelas2 itu urusan Allah...
SS: urusan masuk syurga dan neraka jelas urusan dan rahasia Allah, tapi urusan muslim dan kafir jelas dalam dlm tuntunan Al-qur"an dan tuntunan rasul muhammad SAW...
Mahmuddin Moedpro: Kasih contoh dunk yg kongkrit apa ada ulama yg ente sebut2 td berani menerapkan hukum syar'I pd tentara USA di pakistan, bangladesh, malaysia, saudi, dll itu? Klo ngak ada, maaf saya tdk percaya dg Ulama anda...
SS: silahkan.......qw juga tidak meminta anda percaya dg ulama dan siapa yang anda percaya....karena itu diri anda..
Mahmuddin Moedpro: Cukup Allah dan Rasul ajalah tmpt kita meminta petunjuk...
SS: begitulah kata ulama ku yg mengajarkan pada ku....
Mahmuddin Moedpro: Sekadar refresh aja: ketika husein dan cucu2 rasulullah di bunuh secara keji oleh Yazid laknatullah di padang Karbela. Tdk ada satupun yg waktu itu mengaku Ulama berani menegakkan kebenaran dan menyatakan yazid salah, bahkan dibelakang hari menyatakan pengikut husein RA yg menyimpang...sebagai bahan renungan aja bagi yg ngaku2 ulama
SS: itu tidak perlu di renungkan, karena kami sudah mengetahuinya dg detail, bukan sepotong2 pemaparan anda.....
Mahmuddin Moedpro: Ya mudah2an anda bs memberi bukti kpd sy ada fatwa ulama yg menyatakan perbuatan yazid itu salah. Bahkan sampai saat ini ada nggak ya?
SS: referensi kami bukan buat orang2 seperti anda, kami dengan anda berbeda kaca mata...
Mahmuddin Moedpro: Dr td memuji2 ulama ente, tp diminta bukti kok berkilah kemana2 ahahaha, teringat kata ayahku "urang banyak nan bs mahapa alqur'an, pandai lo kutubah, tp panyeke, cinto jo duya, pakaiannyo rancak2, makan cangok, tu ndak ulama tu doh". Selamat beraktivitas, sarapan sal bulek lo yo...
SS: Jadi kesimpulannya gak usah anda bertanya pada ulama, apa lagi menyoroti ulama, atau bahkan memprasangkai para ulama krn anda juga bukan seorang pakar islam kecuali hanya mengetahuii sepotong2 atau sepenggal2 yg menjadi referensi pola pikir anda. tanyakan saja pada ahmadiyah di mana letak bahwa ahmadiyah Islam ?? dan untuk sekedar referensi : BAHWA SESUNGGUHNYA PERTEMPURAN ANTARA KEBENARAN DAN KEBATILAN ITU TIDAK AKAN PERNAH HABIS SAMPAI KIAMAT DATANG. DAN KETAHUILAH KEBATILAN ITU TERORGANISIR DENGAN SISTIMATIS YANG TERKADANG BERBUNGKUS SUATU KEBAIKAN YANG MENGATAS NAMAKAN HAM, PLURALIS, DEMOKRASI, DAN ATAS NAMA KEBEBASAN DAN SOSIAL YANG TUJUANNYA AKAN MENGHANCURKANN SENDI2 PONDASI ISLAM DENGAN KONSEP2 SEKULER, LIBERALIS YANG DI BUNGKUS DENGAN KE PIAWAIAN FREEMASONTRY DAN ZIONISM DENGAN SISTIM CUCI OTAK....BERHATI2LAH TERHADAP MUSUH2 ISLAM WAHAI PARA PENEGGAK KEBENARAN.......
Mahmuddin Moedpro: Terlalu jauh analisanya...capek deh...
Mahmuddin Moedpro: Up date info: Danny setiawan (mantan gub jabar) terpidana korupsi bebas bersyarat, begitu keluar disambut doa yg dipimpin oleh ketua majlis ulama indonesia Jawa Barat Hafidz Utsman (kompas, sabtu 19 februari 2011, halaman 2)